Bisnis Dahsyat tanpa modal bisnis

Kamis, 02 Juli 2009

Glaucoma

Glaucoma umumnya terjadi pada usia lanjut, di Indonesia Glaucoma sebagai penyebab kebutaan yang tidak dapat dipulihkan.

Glaucoma adalah penyakit mata akibat dari kenaikan tekanan bola mata sehingga menimbulkan kerusakan saraf penglihatan, sedangkan fungsi saraf mata akan meneruskan bayangan yang dilihat ke otak. Diotak bayangan akan digabungkan dipusat penglihatan dan membentuk benda (vision).

Didalam bola mata bagian depan terdapat cairan jernih yang disebut humor akuwos. Cairan ini dengan teratur akan mengalir dari tempat pembentukan kesaluran luarnya. Terjadinya tekanan tinggi karena produksi cairan bola mata (humor akuwos) yang berlebihan, atau bisa juga karena saluran pembuangan keluar yang disebut jaringan trabekula tersumbat.

Mekanisme terjadinya Glaucoma
• Aliran humor akuwos lemah
• Tekanan bola mata tinggi / Glaucoma
• Kerusakan saraf penglihatan
• Kehilangan penglihatan menetap

Macam-macam Glaucoma
Glaucoma dibagi menjadi 2, yaitu:
• Glaucoma Primer
Dewasa Sudut tertutup
a. Akut
b. Kronis
Sudut terbuka
Kongenital
• Glaucoma Sekunder
Glaucoma ini disebabkan bilik mata depan rusak, sehingga menyebabkan tekanan bola mata tinggi karena berbagai macam penyakit yang tidak ditangani, seperti katarak, dan peradangan atau pemakaian tetes mata / zalf Kortikosteroid yang berlebihan.

Gejala
• Glaucoma Akut
Gejala cukup berat, sakit mata mendadak, penglihatan kabur, mata merah, disertai dengan sakit kepala, serta mual atau muntah. Pada umumnya penderita memerlukan pertolongan darurat untuk sakit kepalanya dan mengabaikan keluhan mata.

• Glaucoma Kronis
Penyakitnya lebih tenang, tanpa sakit kepala, sehingga penderita tidak merasakan adanya kehilangan penglihatan sedikit demi sedikit. Awalnya kehilangan penglihatan malam dan tepi, sedang penglihatan lurus dan dekat masih baik. Umumnya penderita tidak menghiraukan penglihatannya, sehingga memburuk sampai buta.

Deteksi
Pemeriksaan oleh dokter spesialis mata secara teratur adalah jalan terbaik untuk deteksi dini Glaucoma secara dini.
Pemeriksaan mata yang dilakukan:
• Mengukur tekanan bolamata (dengan tonometer aplanasi / schiotz)
• Melihat sudut bilik depan mata (dengan goniolens)
• Memeriksa lapang pandangan (dengan perimetri)

Penanganan
Tujuan penanganan adalah untuk menurunkan tekanan bola mata dan mencegah kerusakan saraf penglihatan.
Penanganan tergantung jenis Glaucoma, mungkin dengan:
• Obat-obatan (lokal mata atau sistemik dengan diminum atau injeksi intravena)
• Operasi untuk memperlancar aliran humor akuos, atau
• Dengan laser

Tindakan operasi
Glaucoma sudut sempit dapat dilakukan:
• Iridektomi Perifer
• Operasi Filtrasi, misalnya: Trabekulektomi, Scheie, Trepanasi, dan Iridenklesis.

Iridektomi Perifer dilakukan pada:
• Stadium Prodromal
• Goniosinechie yang belum banyak pada mata sebelahnya / sehat (kontralateral) disebut Iridektomi Propilaksis.

Pada Glaucoma Sudut Terbuka:
• Iridotomi (dengan laser)
• Operasi Filtrasi
• Trabekuloplasti (dengan laser).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar